Jumat, 29 November 2013

UU Kode Etik Akuntan Publik dalam menghadapi Era IFRS

Pengertian Akuntan Publik
Akuntan publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di Indonesia. Ketentuan mengenai akuntan publik di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. Setiap akuntan publik wajib menjadi anggota Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), asosiasi profesi yang diakui oleh Pemerintah. Izin akuntan publik dikeluarkan oleh Menteri Keuangan dan berlaku selama 5 tahun (dapat diperpanjang).
Prinsip Kode Etik Profesi Akuntan Publik
Prinsip Pertama- Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
Prinsip Kedua- Kepentingan Publik
Dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
Prinsip Ketiga- Integritas
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.
Prinsip Keempat- Obyektivitas
Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.
Prinsip Kelima- Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan.
Prinsip Keenam- Kerahasiaan
Setiap Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya, anggota bisa saja mengungkapkan kerahasiaan bila ada hak atau kewajiban professional atau hukum yang mengungkapkannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.
Prinsip Ketujuh- Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.
Prinsip Kedelapan- Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.
Gambaran Umum UU NO.5 TAHUN 2011
UU ini pertama kali disahkan oleh Presiden kita Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 3 Mei 2011. UU ini terdiri dari 62 pasal yg dibagi kedalam 16 bab yg mengatur dari hak & kewajiban, perijinan Akuntan Publik , kerja sama Akuntan Publik,"SANKSI ADMINISTRATIF". Dalam UU ini sanksi-sanksi yang diberlakukannya semakin ketat dan jelas.
Tujuan dari UU Akuntan Publik ini adalah untuk melindungi kepentingan publik, mendukung perekonomian yg sehat, efisien, dan transparansi, memelihara integritas profesi AP, meningkatkan kompetensi dan kualitas profesi AP, melindungi kepentingan profesi AP sesuai dengan standard dan kode etik profesi.
Beberapa point hal baru antara lain: terkait jasa (pasal 3), proses menjadi AP & perijinan AP (pasal 5&6), rotasi audit (pasal 4),AP asing (pasal 7), Bentuk usaha AP (pasal 12), Rekan non AP (pasal 14-16), Pihak terasosiasi (pasal 29 & 52),KPAP (komite profesi akuntan publik) (pasal 45-48), OAI (organisasi audit Indonesia) (pasal 33-34), Kewenangan APAP (asosiasi profesi akuntan publik) (pasal 43-44), Tanggung jawab KAPA/OAA (pasal 38-40), Jenis sanksi administrasi (pasal 53), dan Sanksi pidana (pasal 55-57).

PENGERTIAN IFRS
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
Akuntan Publik dalam menghadapi Era IFRS

Banyak sisi pandang yang dapat kita analisis saat disahkan UU no. 5 Tahun 2011oleh Presiden SBY. Pokok yang paling seing dibicarakan saat ini secara umum untuk Negara Indonesia dan khususnya untuk Tenaga ahli Akuntan Publik di Indonesia,adalah menghadapi Konvergensi atau adopsi standar keuangan yang barudari PSAK menjadi IFRS.
International Accounting Standards, yang lebih dikenal sebagai International Financial Reporting Standards (IFRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi berkualitas tinggi dan kerangka akuntasi berbasiskan prinsip yang meliputi penilaian profesional yang kuat dengan disclosures yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu, dan akuntansi terkait transaksi tersebut. Dengan demikian, pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas antar negara di berbagai belahan dunia.
Dampaknya, dengan mengadopsi IFRS berarti mengadopsi bahasa pelaporan globaluang akan membuat suatu perusahaan dapatdimengerti oleh pasar global. Suatu peusahaan memiliki daya saing yang lebih besar ketika mengadopsi IRS dalam laporan keuangannya. Tidak mengherankan, banyak perusahaan yang telah mengadopsi IFRS mengalami kemajuanyang signifikan saat memasuki pasar modal global.
Sasaran konvergensi IFRS yang telah dicanangkan IAI pada tahun 2012 adalah merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif tahun 2011/2012. Banyaknya standar yang harus dilaksanakan dalam program konvergensi ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi DSAK IAI periode 2009-2012. Implementasi program ini akan dipersiapkan sebaik mungkin oleh IAI. Dukungan dari semua pihak agar proses konvergensi ini dapat berjalan dengan baik tentunya sangat diharapkan.
Apalagi Undang-Undang No.5 Tentang Akuntan Publik memang sudah nyata-nyata memberikan lampu hijau bagi akuntan asing untuk berkiprah di kancah nasional. Secara tidak langsung, kompetisi tersebut bisa membuat akuntan Indonesia kehilangan pangsa pasar karena perusahaan-perusahaan di Indonesia memilih untuk merekrut akuntan asing.
Maka dari itu Akuntan Publik diharapkan dapat segera mengupdate pengetahuannya sehubungan dengan perubahan SAK, mengupdate SPAP dan menyesuaikan pendekatan audit yang berbasis IFRS. Akuntan Manajemen/Perusahaan dapat mengantisipasi dengan segera membentuk tim sukses konvergensi IFRS yang bertugas mengupdate pengetahuan Akuntan Manajeman, melakukan gap analysis dan menyusun road map konvergensi IFRS serta berkoordinasi dengan proyek lainnya untuk optimalisasi sumber daya.
   
Banyak hal dalam IFRS yangakan diadopsi brbeda dengan prinsip yang saat ini berlaku. Bberapa hal antara lain :
  1. Penggunaan Fair-value Basis dalam penilaian aktiva, baik aktiva tetap, saham, obligasi dan lain-lain, sementara sampai dengan saat ini penggunaan harga perolehan masih menjadi basic mind akuntansi Indonesia. Sayangnya IFRS sendiri belum memiliki definisi dan petunjuk yang jelas dan seragam tentang pengukuran berdasarkan nilai wajar ini.
  2. Jenis laporan keuangan berdasarkan PSAK terdiri dari 4 elemen (Neraca, Rugi-Laba dan Perubahan Ekuitas, Cashflow, dan Catatan atas Laporan keuangan). Dalam draft usulan IFRS menjadi 6 elemen (Neraca, Rugi-Laba Komprehensif, Perubahan Ekuitas, Cashflow, Catatan atas Laporan keuangan, dan Neraca Komparatif). Penyajian Neraca dalam IFRS tidak lagi didasarkan pada susunan Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas, tapi dengan urutan Aktiva dan Kewajiban usaha, Investasi, Pendanaan, Perpajakan dan Ekuitas. Laporan Cashflow tidak disajikan berdasarkan kegiatan Operasional, Investasi dan Pendanaan, melainkan berdasarkan Cashflow Usaha (Operasional dan investasi), Cashflow perpajakan dan Cashflow penghentian usaha.
  3. Perpajakan perusahaan, terutama terkait pajak atas koreksi laba-rugi atas penerapan IFRS maupun atas revaluasi aktiva berdasarkan fair-value basis.

Tujuan IFRS adalah :
Memastikan laporan keuangan intern perusahaan untuk periode-periode yang dimasukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi.
Transparasi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS
Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.

Manfaat dari adanya suatu standard global IFRS :
1.  Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi local
2.   Investor dapat membuat keputusan yang lebih baik
3. Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi
4. Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.

Sumber :








Selasa, 02 April 2013

Task 4



Task 4
·         Should the government spend more money on improving roads and highways, or should government spend more money on improving public transportation(buses, trains, subway)?why?

The public transportation in Jakarta is not good enough, like bus, train and etc. Many public transportation there are old and unfit to use. Hot, dirty, unsafe it is also part of not good enough of public transportation facilities exist. Besides the bad conditions of vehicle one another reason is a driver, whose very reckless and impatients at driving. Those are the huge factor that makes public transportation  unfit to ride. And finally they choose to use personal vehicle and makes traffic jam, because there are to many  vehicle on  the road.
I know the problem not only on the quality of public transportation, homover other problems there is traffic jam. But the government can’t stop the growth of vehicle in the city, the streets will always solid. Everyone will still use they personal vehicle, no matter how the government improving the highway or toll road, the congestion will not go away.
With all the reasons, that’s way I think the government better use the money to improve the quality of public transportation. Maybe by fixing the ones we already have, getting new ones, and well educated driver or anything else but make it more fit to ride. Because then people would prefer public transportation because they feel more comfortable and secure, thereby reducing to use their personal vehicle. In other words there are vehicle on the road will be reduce and could reduce congestion.

Minggu, 24 Maret 2013

Task 3


·         Task 3
A foreign visitor has only one day to spend your country. Where should this visitor go on that day?why? use specific reasons and examples to support your choice

Indonesia is a beautiful country dan rich,here many interesting  places that  we can visited. Very suitable for those who want to holiday, because Indonesia can offer many different place can we go for tour. Start  from history tour, nature, culture and even food.
If there a foreigner come to Indonesia they should go to Bali, in there really beautiful  and already can give us all kind of tour. Like nature tour, for who like looked a beautiful nature, culture, history and also food. There are many beach in Bali like Kuta, Senggigi, Sanur and of course there are  many other beautiful beach. The Balinese culture is still deeply felt, it’s because they really keeping all the culture they have.
In Kuta beach we can do something interesting, you can sunburning on the sands and at the same time you can see the beautiful beach with blue water. Played the water sport at Tanjung Benoa like diving, banana boat, paraseling. Or you can surf, don’t worry if this the first time because there ready people will teach you. In the afternoon in Jimbaran we can enjoy a beautiful sunset while enjoy a delicious food.
To enjoy the culture, we can visit the temple at Uluwatu,  because there is often Kecak dance performance is held. While you want to know the history of Bali you can visit Goa Gajah, there is an ancient royal center Bali, heritage sites and temples in the form of cave.
For those who like to enjoy the beauty nature can visit Bedugul, the mountais area with beautiful Beratan Lakes and Ulun Danu temple. Or you can visit to Jatiluwih,  with variations of rice terraces with mountain forested background. The last place should not be forgotten for comes is Sukawati market, there are many kind of food and souvenirs special from Bali that can be made a gift. That’s way I choose Bali because there are many things we can do.

Selasa, 19 Maret 2013

Task 2

"Some people say that computers have made life easier and convinient. other people say tahat computers have made life more complex and stressful"
My opinion :


       Everyone has a different reason when they asked about what their computer functions. Often, people say their life computer is helpful, but others argue the reverse.
For example the positive influence that we can take is in the doing the work, such as a paper, presentation, enter and process data will be easier if we use computers. For information and communicating we can use the internet. Going “on-line” is the new way we like to communicate with people. Chat rooms on the Internet are open for people to talk and explore with other people who may live on the other side of the world or the other side of the street. E-Mail is also another popular way to correspond with others. Users can electronically send mail to another person with an on-line mailbox, simply by typing in their message and sending it by the click of a button. Two seconds to send e-mail to someone on the other side of the world is much quicker than a week or more through the ordinary mail. Other than that, we can also use the computer as the media of entertainment. At the moment we are bored doing the job; we can play games on the computer and watch the CDs / DVDs.
Previously we explained about the positive impact that we can feel by using a computer. Apparently not always have a positive advancement of the computer world for humans. Sometimes computers have made life complex and stressful (negative impact). One of the negative impacts of computers is:
·         We can feel is to our health, especially in the eyes. Eyes can be bothered even be damaged by the overuse computers. Another effect of the emergence a sense of lazy on us, that is because we are too busy to play games and not doing our jobs.
·         A high percentage of people sit at their computer far too long and some people lose reality as far as social activities and learning social skills. Not to mention packing on the weight and the lack of exercise that will haunt them further on down the road.
·         Sitting behind a computer all day is hard on the eyes.
·         Computers can distract a person so much they lose contact with the reality around them such as taking time with family, husbands, boyfriends, girlfriends, wives and children.
·         It opens up kiddy porn and other immoral things.
            Many people do work on the computer from their home but smart people do so much, then get up, get moving and get into shape. As a smart user certainly we should be able to use a computer well. Avoid all possibilities that can harm us. In conclusion use computer well, so that we can feel the positive impact and avoid negative impacts that exist.